Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 9 Semester Genap. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2016

Cara Menulis Naskah Drama Berdasarkan Cerpen

  Tidak ada komentar
Desember 12, 2016

Pengertian Cerpen dan Drama
Cerpen merupakan cerita pendek yang mengisahkan konflik para pelaku, tetapi tidak mengakibatkan perubahan nasip tokoh.

Sedangkan drama merupakan komunikasi, situasi, dan aksi (segala yang terlihat dalam pentas) yang menimbulkan perhatian dan ketegangan pada pendengar atau penonton.

Lihat juga: Contoh Soal Melengkapi Kutipan Naskah Drama

Perbedaan Cerpen dan Drama
Cerpen dan drama memiliki perbedaan. Perbedaan cerpen dan drama sebagai berikut.
  1. Cerpen merupakan uraian cerita, sedangkan drama merupakan dialog antartokoh.
  2. Cerpen berupa penggambaran,sedangkan drama menyajikan adegan secara langsung berupa akting.
  3. Cerpen hanya berupa penggambaran latar belakang, sedangkan drama memiliki unsur tata artistik (tata rias, tata busana, tata panggung).
  4. Cerpen dapat dipentaskan jika diubah menjadi teks drama.
Cara Menulis Naskah Drama Berdasarkan Cerpen
Cerpen dapat diubah menjadi drama. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengubah cerpen menjadi bentuk drama sebagai berikut.

1. Menghayati tema cerpen. Tema merupakan ide pokok yang mendasari penarasian sebuah cerita. Berangkat dari tema dapat diketahui ide pokok sebuah cerita.

2. Cerpen dibagi menjadi beberapa bagian penting dan kemudian diubah menjadi babak. Cerpen biasanya terdiri atas beberapa bagian. Bagian-bagian tersebut tentu memuat beberapa peristiwa penting yang melandasi cerita. Bab-bab yang tergolong penting itu selanjutnya diubah menjadi beberapa babak untuk memaparkan peristiwa-peristiwa tertentu.

3. Menyusun dialog berdasarkan konflik yang terjadi antartokoh. Tokoh-tokh yang terdapat dalam cerpen biasanya dirangkai oleh suatu peristiwa yang di dalamnya memiliki konflik-konflik. Konflik-konflik yang terjadi antartokoh tersebut diubah menjadi dialog. Cara mengubah narasi menjadi dialog sebagi berikut.
  • Mengubah cara penulisan. Alinea atau paragraf-paragraf dalam cerpen diubah ke dalam bentuk percakapan atau dialog pada drama.
  • Pernyataan kalimat langsung dalam cerpen diubah menjadi dialog dengan menggunakan tanda titik dua (:), kemudian diikuti dialognya.
  • Keterangan yang bersifat informasi dan naratif atau menjabarkan dalam cerpen dibuat menjadi keterangan penyerta pelaku dalam naskah drama. Keterangan tersebut ditulis di luar dialog dengan ciri tanda kurung ( ... ).
4. Membuat deskripsi atau keterangan untuk menjelaskan latar, akting, atau  lighting

Demikianlah ulasan tentang cara menulis naskah drama berdasarkan cerpen. Semoga bermanfaat.

Read More

Selasa, 27 September 2016

Menggunakan Kata Asing dan Kata Serapan

  Tidak ada komentar
September 27, 2016

Bahasa Indonesia menyerap unsur dari beberapa bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing; misalnya dari bahasa Sansekerta,Arab, Portugis, Belanda, ataupun Inggris.

Unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua golongan besar seperti berkut ini.

1. Unsur serapan yang belum sepenuhnya masuk ke dalam kosakata bahasa Indonesia. Pengucapannya pun masih mengikuti cara asing.
Contoh:
real estate, reshuffle, shuttle cock

2. Unsur serapan yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Ejaannya diubah seperlunya sehingga bentuk indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.
Contoh:
patien menjadi pasien
ie tetap ie jika lafalnya bukan i
machine menjadi mesin

Selain dua kriteria tersebut, unsur serapan bahasa Indonesia diperoleh dengan cara seperti berikut ini.
1. Konsonan ganda menjadi tunggal kecuali jika terdapat pasangan yang dapat menimbulkan kekeliruan makna.
Contoh:
a. accu mejadi aki
b. commission menjad komisi
c. mass menjadi massa

Kata massa memunya dua konsonan ganda karena jika kata massa konsonan s dibuang satu maka akan mempunya arti berbeda. Kata massa berarti sekelompok orang atau benda. Sebaliknya, kata masa berarti waktu.

2. Unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah.
Contoh:
iklan, otonomi, dongkrak, dan paham.

3. Unsur serapan yang mengandung huruf q dan x dieja sesuai dengan ejaan   bahasa Indonesia.
Contoh:
taxi menjadi taksi
executive menjadi eksekutif

Perhatikan bahwa huruf q dan x tetap dipertahankan dalam bahasa aslinya dalam pemakaian tertentu, misalnya dalam pebedaan nama dan istilah khusus.
Contoh:
xenophobia tetap xenophobia (ketakutan atau kebencian kepada orang asing atau apa pun yang asing).


Dikutip dari buku PG Bahasa Indonesia Kelas 9


Read More